Biophilia: Exquisite Corpse, pameran kolaboratif yang mengeksplorasi hubungan manusia dengan alam melalui karya seni memukau.
Pameran Biophilia: Exquisite Corpse menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menyelami relasi manusia dan alam. Melalui kolaborasi berbagai seniman, karya yang ditampilkan memadukan imajinasi kreatif dengan refleksi ekologis.
Setiap instalasi mengajak audiens merenungkan bagaimana manusia berinteraksi, memanfaatkan, dan menghargai lingkungan di sekitar mereka. Pameran Cerita, Budaya, dan Peristiwa Nusantara ini bukan hanya hiburan visual, tetapi juga wadah edukasi dan inspirasi bagi pecinta seni dan alam, mendorong kesadaran akan pentingnya harmoni antara kreativitas manusia dan kelestarian alam.
Konsep Dan Filosofi Pameran
ISA Art Gallery menghadirkan pameran kelompok bertajuk Biophilia: Exquisite Corpse yang berlangsung mulai Sabtu, 14 Februari 2026, hingga Kamis, 16 April 2026. Pameran ini mengeksplorasi relasi manusia dengan alam melalui pendekatan lintas disiplin dan generasi.
Konsep exquisite corpse terinspirasi dari permainan kreatif kaum Surealis, di mana setiap karya individual saling terhubung dalam narasi kolektif. Setiap seniman menyumbangkan perspektif pribadi, tetapi tetap membentuk kesatuan utuh yang koheren.
Pameran menempatkan manusia sebagai bagian dari ekosistem, bukan entitas terpisah. Seni di sini berfungsi sebagai medium kolektif untuk membayangkan ulang hubungan manusia dengan lingkungan secara reflektif dan kritis.
Seniman Dan Karya Yang Terlibat
Berbagai seniman ternama ikut berpartisipasi, antara lain Anang Saptoto, Arahmaiani, Cynthia Delaney Suwito, Dabi Arnasa, Fitri DK, Kynan Tegar × Studio Birthplace × Novo Amor, Mater Design Lab, Reza Kutjh, dan Teguh Ostenrik. Mereka menghadirkan beragam praktik seni dari instalasi hingga performans.
Anang Saptoto, seniman multidisipliner dari Yogyakarta, dikenal karena karya-karyanya yang mengangkat isu ekologi, hak asasi manusia, dan transformasi sosial. Ia juga aktif dalam kolektif Ruang MES 56 serta sejumlah inisiatif berbasis seni dan pertanian.
Sementara itu, Arahmaiani, perintis seni performans Asia Tenggara, fokus pada isu lingkungan, terutama di Tibet. Karya terkenalnya, Burning Country, telah diakuisisi Tate Modern, London, pada 2024, menunjukkan relevansi internasional pameran ini.
Baca Juga: Misteri dan Keajaiban Situ Bagendit: Legenda yang Terlupakan
Eksplorasi Kreativitas Dan Lingkungan
Cynthia Delaney Suwito mengeksplorasi norma keseharian melalui patung dan instalasi, sedangkan Dabi Arnasa menghadirkan lanskap mimpi berakar pada filosofi Bali rwa bhineda. Pendekatan ini menunjukkan keberagaman perspektif dalam mengolah tema ekologis.
Fitri DK, aktif dalam kolektif Taring Padi, menggabungkan seni grafis dengan aktivisme sosial dan lingkungan. Karyanya menyoroti suara perempuan dan komunitas marjinal yang sering luput dari perhatian publik.
Kolaborasi Kynan Tegar dengan Studio Birthplace dan Novo Amor menghadirkan film, advokasi lingkungan, dan musik atmosferik. Ia mendokumentasikan masyarakat Iban yang berjuang melawan deforestasi, memberikan dimensi sosial-ekologis pada pameran.
Inovasi Dan Media Beragam
Mater Design Lab menghadirkan design fiction, membayangkan skenario masa depan melalui material dan objek yang inovatif. Sementara Reza Kutjh menggunakan fotografi dan arsip sebagai medium refleksi memori spasial, menciptakan dialog antara sejarah dan lingkungan.
Teguh Ostenrik, seniman lintas medium dengan pengalaman lebih dari empat dekade, menekankan kesadaran ekologis melalui material daur ulang. Proyek terkenalnya, ARTificial Reef Park di Lombok, menegaskan komitmennya terhadap konservasi laut.
Pendekatan lintas media dan disiplin ini membuat pameran Biophilia: Exquisite Corpse tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengundang refleksi mendalam tentang interaksi manusia dengan alam.
Informasi Kunjungan Dan Aktivitas Publik
Pameran dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Sabtu, pukul 11.00–18.00 WIB, dan tutup pada Minggu, Senin, serta hari libur nasional. Acara pembukaan digelar pada Jumat, 14 Februari 2026, pukul 16.00–20.00 WIB.
Pengunjung dapat menelusuri karya-karya yang saling terhubung, memahami pesan ekologis, serta mengapresiasi kolaborasi lintas generasi dan disiplin. Pameran ini menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat dan pecinta seni.
Dengan konsep yang inovatif dan seniman ternama yang terlibat, Biophilia: Exquisite Corpse menawarkan pengalaman unik. Pengunjung diajak merenungkan relasi manusia-alam sekaligus menikmati estetika karya seni kontemporer yang kreatif dan provokatif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kickstarter.com
- Gambar Kedua dari moderneden.com